Hidup
berawal dari sebuah janji yang tak tau
kita kapan kita mengatakannya yang jelas kita pernah berjanji pada tuhan kita
bahwa kita akan menjadi hamba yang selalu menyembahnya dengan awalan hidup kita
diawasi dengan malaikat kita yang selalu menemani kita setiap waktu kita,
menyempatkan bersama demi kesenangan kita, memberi demi apa yang engkau
inginkan . ya ibu itulah engaku yang pernah mengenalkan bagaimana dunia ini
dengan agama yang murni dan satu tuhan yang maha kuasa yang tak ada
bandingannya . yaitu islam.
masih
ingat betul engkau mengajarkan surat alfatihan sebagai pembukaan dan bacaan
disetiap shalat kita , bagaimana engkau sangat sabar mengajarkan aku yang susah
diatur dan sampai saat ini bacaan itu aku selalu gunakan .
itulah
awal hidup aku dengan sederat rasa kasih sayang ibu yang sampai saat ini belum
terbalaskan juga .
Tuhan itu yang mana ?
Pernahkah dalam hati kita
bertanya-tanya siapakah tuhan kita ? yang manakah Alloh itu ? seakan kita ingin
tahu Alloh itu seperti apa, seakan kita ingin dapat buktinya seperti apa . hmm
tapi jangan seperti saudaraku, karena itu hanya akan memper rieut kita,
mempersempit pikiran kita, tugas kita hanya mengimaninya dan tak usah
memikirkan Alloh itu seperti . betul gak ?
Pernahkah kita mendengar
kisah nabi musa yang ingin melihat tuhannya? Pasti tahukah.
Pada saat itu nabi musa
memohon kepada Alloh untuk mendampakkan diri, dan Alloh berkata kepada nabi
musa, engkau takkan sanggup melihat, dan Alloh perintahkan kepada nabi musa
untuk terus menatap tebing yang ada didepannya dan seakan nabi musa tak sanggup
melihatnya, dan nabi musa pun bertobat pada saat itu .
Ayo mari bertobat ketika
kita sibuk memikirkan seperti apa sih Alloh itu, mari ucapkan istigfar
“astagfirulloh” . tenangkan hati dan pikirannya , mari lanjut .
Setiap orang pasti pernah
mengalami masa pencarian tuhannya dan mencari jalan yang terbaik untuk dirinya
memikirkan tujuan hidup ini. Pastikan setiap muslim mempunyai tujuan dalam
hidupnya kalo tak punya tujuan dalam hidupnya itu patut dipertanyakan
kemanusiaannya, karena orang yang hidup itu pasti punya tujuan pikiran dan apa
yang diingin kalo tak punya dia disebut , tapi bisa aja mungkin disebut orang
yang tak normal mah .
Seperti halnya nabi ibrahim
yang pada saat itu bingung dengan apa yang disembuh oleh manusia karena manusia
membuat patung-patung yang disembah orang dirinya. Kita cerita lagi tentang
nabi kita sekarang nabi ibrahim, mari simak .
Rasa ingin tahu merasuki
jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di dalam
gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar
gua. Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar
takjub melihat alam yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit
biru terbentang luas, ombak laut berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat
cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan yang menerangi malam.
Sejak kecil Nabi Ibrahim
sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orang-orang yang
menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat,
tak bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka
menyembah benda mati ?” demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika
ia bertemu dengan unta, kambing dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan
dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua itu ? Ibrahim ingin mencari
siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas
dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang,
namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat
matahari, namun disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi.
Ibrahim berkata dalam hatinya : “Aku tidak suka bertuhan yang tenggelam itu.”
Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal pikirannya yang masih suci
bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan semua alam ini.
Berkata dalam hatinya : “Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi,
Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang
terdapat di muka bumi ini.
Udah dibacanya, udah paham ?
dalam pencarian tuhannya beliau terus memikirkan dengan akalnya tentang
penciptaan bumi, siapakah yang menciptakan semua ini, dan akhirnya beliau bisa
menyimpulkan bahwa tuhan itu yang menciptakan segalanya dan tak bisa dilihat.
So bahwa tuhan itu yang tak bisa dilihat, tuhan itu yang menciptakan semua ini
menciptakan kita dan menciptakan seluruh alam semesta ini baik didalamnya
maupun diluarnya .
Dan setiap pencarian tuhan
atau kebaikan membutuhkan proses yang harus kita jalani, pemikiran yang harus
kita pakai dan hati yang kuat untuk berjuang. Dengan pengorbanan beberapa hari
beberapa waktu beberapa bulan bahkan beberapa tahun bisa jadi. Dengan jalan
seperti itulah cara tuhan untuk meneguhkan kita untuk selalu beriman kepadanya,
berdoa kepadanya dan bergantung kepadanya setiap ada masalah dengan perjuangan
yang dijalani . dan dengan itu juga cara tuhan untuk menumbuhkan rasa cinta dan
pengorbanan dalam ketaqwaan padaNya . karena pada hakikatnya rasa taqwa itu
berbarengan dengan rasa cinta kepada ibadah, berdoa dan curhatan masalah
kepadNya . betul gak ? udah benar-benar taqwa belum? Kalo belum berarti kita
sama J .
Saudaraku, pada hakikatnya
semua orang yang hidup ke dunia ini sudah ditunjukan kepada jalan yang baik dan
jalan yang tidak baik, dengan kebijakan setiap manusia mereka akan dipilihkan
dalam hal itu atas skenario yang telah Alloh berikan, menghadapi semua itu
pasti akan terjadi, yang jelas sebijak apakah kita dalam memilih jalan kita
didunia, apakah kita akan memilih jalan yang baik atau jalan yang buruk .
semoga kita terus memilih jalan yang dan tidak tergoda dengan jalan yang tidak
baik yang hanya akan menipu kita dan tak ada bekal amal untuk akhirat kita .
Kemanapun engkau pergi
waspadalah dengan godaan-godaan yang ada di depannya karena godaan akan datang
kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja .
Bekallah ilmu ketika engkau
berpergian dan bekallah amal ketika kau mati .
Idola kita siapa ?
Apa yang dipikiran anda
tentang idola ? orang yang berpenampilan keren? Karyanya banyak ? atau hartanya
yang melimpah ? . hmm .. setiap manusia pasti mempunyai idola yang
dibangga-banggakan, mau yang tua atau muda bahkan anak kecil sekalipun pasti
mempunyai idola yang dibangga-banggakan , tapi siapakah idola kita? Pernahkan
melihat idola kita dari segi kelakuannya? Sodaqohnya ? atau kebaikan dan
ketaatan kepada tuhaNya? Jauh mungkinya ya dengan hal itu apalagi pada jaman
sekarang, mungkin susah mencari orang yang idolanya seprti, pasti yang
dikatakan idola itu yang keren, karyanya banyak tanpa melihat dari kelakuannya
.
Pada jaman ini yang penuh
dengan fitnah-fitnah yang besar dalam kehidupan yang nyata bagi orang-orang
baik dan menegakan ketaatan untuk tuhanNya, sangatlah susah untuk menyadar
manusia-manusia yang belum terbuka hatinya dan tersadarkan bahwa yang
dihadapinya bukan menyelamatkannya , seakan mereka hanya hidup didunia saja
tanpa memikirkan kehidupan kedua nanti .
Mari para remaja muslim
saatnya kita buktikan indentitas kita sebagai muslim sejati yang ingin
menegakan panji-panji kebaikan dalam hidup in, mengajakan orang-orang untuk
bisa ada dijalan yang benar dengan agama tauhid yaitu islam .
Karena yang patut diidolakan
dalam hidup ini hanyalah nabi kita muhammad, nabi terkhir kita yang memberikan
cahaya kebaikan keseluruh penjuru dunia ini yang didalam dirinya ada suri
tauladan yang baik dengan sangat berkorban untuk perjuangan dakwah ini yang
hasilnya untuk kita semua denga jalan peperangan yang beliau hadapi dan caci
maki yang beliau terima. Dengan kesabaran beliaulah islam ini tegak dan
sekarang kita merasakan bagaimana islam ini indah dengan seluruh ibadah-ibadah
dan lantunan ayat suciNya . dan pada akhir hayatnya beliau terus memikirkan
kita dan pada akhirnya kitalah yang di ucapkannya umati, umati, umati .
Sudahkah kita berkorban
untuk dirinya, bersholawat disetiap hari kita, dan mendoakan beliau . ku rasa
kita masih jauh sangatlah jauh dengan kecintaan beliau kepada kita dan
kecintaan kita kepada beliau. Hmm mari evalusi diri apakah nabi kita telah
menjadi idola kita dalam setiap kelakuan dan ketaatan kepada tuhan kita . ayo
saudaraku kita alihkan idola kita hanya kepada nabi kita karena dalam dirinya
terdapat suri tauladan yang baik .
Indahnya islam
Memang benar bahwa hidayah itu
datang pada siapa saja. Saya mengenal dakwah ini melalui kegiatan bernama
tarbiyah sejak MAN kelas satu. Mulanya saya diajak oleh seorang kakak kelas
yang kebetulan adalah rekan diosis saya sendiri . Sebut saja namanya Kak opik .
Sejak awal saya memang sangat mengagumi sosoknya. Selain cerdas, baik, dan
ramah, Kekagumanku semakin bertambah saat masuk MAN. Kak opik didaulat sebagai
salah satu siswa berprestasi dalam pakaiannya yang begitu rapih. Selain itu,
beliau juga sering mengingatkan teman sekelasnya dan memberi ilmu islami. Tak
peduli orang mau mengatakan “sok alim”. Ia tetap PD (percaya diri) dengan apa
yang diamalkannya.
Suatu hari, saat jam istirahat Kak Opik menghampiri kelasku. Beliau mengajak aku ikut pengajian dengannya saat pulang sekolah nanti. Aku pun nurut aja. Dalam hati aku berkata “Wah, kebetulan banget. Padahal dari dulu aku pengen banget kenal dan ngobrol sama Kak Opik. Eh, ternyata dia yang duluan ngajak aku kenalan dan ngobrol”. Pulang sekolah pun aku bergegas ke masjid sekolah. Aku langsung shalat Dhuhur dulu sambil menunggu Kak Opik. Saat itu aku ngajak salah satu sahabatku untuk ikut bergabung. Tak lama setelah shalat Kak Opik pun datang dan beliau menginstruksikan untuk mengikutinya. Ternyata telah ada beberapa anak dari kelas lain. Kami pun duduk melingkar dan saling berkenalan.
Hari itu Kak Opik dengan pemnetornya sebut saja bapak umbar membawakan materi tentang Nama-nama Al-Qur’an. Pembawaannya santai dan dengan bahasa yang mudah di cerna untuk anak-anak remaja seperti kami ini. Entah mengapa hatiku sangat tenang dan damai mendengar dengan membawakan materi itu. Pertemuan perdana hari itu pun berakhir tepat pukul tiga. Anehnya saat pulang Kak Opik menjabat tangan kami satu persatu sambil cipika-cipika. Kami yang baru mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum malu dan “agak aneh”. Melihat kami seperti orang kebingungan, Kak Opik hanya tersenyum sambil berkata “Beginilah cara salaman sesama muslim dengan saudaranya”. Kami semua pun tertawa ringan.
Sejak saat itu, saya selalu rutin ikut tarbiyah dengan Kak Hafshah. Setiap pekan ada selalu ada “personil tambahan”. Dari tarbiyah ini saya mengenal islam itu indah .
Suatu hari, saat jam istirahat Kak Opik menghampiri kelasku. Beliau mengajak aku ikut pengajian dengannya saat pulang sekolah nanti. Aku pun nurut aja. Dalam hati aku berkata “Wah, kebetulan banget. Padahal dari dulu aku pengen banget kenal dan ngobrol sama Kak Opik. Eh, ternyata dia yang duluan ngajak aku kenalan dan ngobrol”. Pulang sekolah pun aku bergegas ke masjid sekolah. Aku langsung shalat Dhuhur dulu sambil menunggu Kak Opik. Saat itu aku ngajak salah satu sahabatku untuk ikut bergabung. Tak lama setelah shalat Kak Opik pun datang dan beliau menginstruksikan untuk mengikutinya. Ternyata telah ada beberapa anak dari kelas lain. Kami pun duduk melingkar dan saling berkenalan.
Hari itu Kak Opik dengan pemnetornya sebut saja bapak umbar membawakan materi tentang Nama-nama Al-Qur’an. Pembawaannya santai dan dengan bahasa yang mudah di cerna untuk anak-anak remaja seperti kami ini. Entah mengapa hatiku sangat tenang dan damai mendengar dengan membawakan materi itu. Pertemuan perdana hari itu pun berakhir tepat pukul tiga. Anehnya saat pulang Kak Opik menjabat tangan kami satu persatu sambil cipika-cipika. Kami yang baru mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum malu dan “agak aneh”. Melihat kami seperti orang kebingungan, Kak Opik hanya tersenyum sambil berkata “Beginilah cara salaman sesama muslim dengan saudaranya”. Kami semua pun tertawa ringan.
Sejak saat itu, saya selalu rutin ikut tarbiyah dengan Kak Hafshah. Setiap pekan ada selalu ada “personil tambahan”. Dari tarbiyah ini saya mengenal islam itu indah .
Itulah sepucuk cerita yang
mempunyai banyak hikmah untuk diriku yang membawaku kejalan yang indah dan
mendapatkan ketentraman hati, dan sampai saat ini pun Alhamdulillah saya masih
istiqomah dengan semua ini karena saya sudah komitmenkan bahwa tarbiyah
islamiyah adalah sebuah kebutuhan yang harus kita penuhi sebagai makanan jiwa
rohani kita, so marilah ikut tarbiyah dan dengan tarbiyah islamiyah hidupmu
terarah .
Indahnya
Islam dalam pendidikan
Pendidikan
adalah suatu hal yang amat urgen dalam kehidupan umat manusia secara umum, dan
dalam kehidupan umat Islam secara khusus. Oleh karena itu Syari’at Al Qur’an
memberikan perhatian yang amat besar, sampai-sampai ayat Al Qur’an yang pertama
diturunkan adalah 5 ayat dalam surat Al ‘Alaq, yang memerintahkan umat manusia
untuk membaca dan belajar.
Bukan hanya itu, bahkan syari’at Al Qur’an telah menjelaskan bahwa kahidupan manusia baik di dunia atau di akhirat tidaklah akan menjadi baik melainkan dengan didukung oleh pendidikan yang baik dan benar. Oleh karena itu seluruh mahluk yang ada di dunia ini dinyatakan senantiasa mendoakan kebaikan kepada setiap orang yang berjuang dengan mengajarkan kebaikan kepada umat manusia. Mari kita renungkan bersama sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,
Bukan hanya itu, bahkan syari’at Al Qur’an telah menjelaskan bahwa kahidupan manusia baik di dunia atau di akhirat tidaklah akan menjadi baik melainkan dengan didukung oleh pendidikan yang baik dan benar. Oleh karena itu seluruh mahluk yang ada di dunia ini dinyatakan senantiasa mendoakan kebaikan kepada setiap orang yang berjuang dengan mengajarkan kebaikan kepada umat manusia. Mari kita renungkan bersama sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,
“Sesungguhnya
Allah, seluruh Malaikat-Nya, seluruh penghuni langit-langit dan bumi, sampaipun
semut yang berada di dalam liangnya, dan sampai pun ikan, senantiasa memuji dan
mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. At
Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Sebagaimana
Syari’at Al Qur’an juga mengajarkan agar pendidikan yang disampai kepada
masyarakat senantiasa didasari oleh data yang autentik dan kebenaran. Sebagai
salah satu contoh nyata hal ini ialah kisah berikut,
“Dari
Abdullah bin ‘Amir, ia menuturkan: Pada suatu hari ibuku memanggilku, sedangkan
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk-duduk di rumah kami,
kemudian ibuku berkata, Hai nak, kemarilah, aku beri engkau sesuatu. (Ketika
mendengar perkataan ibuku itu) Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya, Apakah yang hendak engkau berikan kepadanya? Ibuku menjawab, Aku
hendak memberinya kurma, Lalu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya, Ketahuilah sesungguhnya engkau bila tidak memberinya sesuatu, maka
ucapanmu ini niscaya dicatat sebagai satu kedustaanmu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud,
Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Demikianlah
pendidikan dalam syari’at Al Qur’an, oleh karena itu tidak mengherankan bila
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kedustaan sebagai salah satu
kriteria orang-orang munafik.
“Pertanda
orang-orang munafik ada tiga, bila ia berbicara ia berdusta, bila ia berjanjia
ia ingkar, bila diamanati ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)
Bila kita
bandingkan hadits ini dengan fenomena pendidikan yang ada dimasyarakat kita,
baik yang ada dalam keluarga, atau di masyarakat atau di sekolah-sekolah,
niscaya kita dapatkan perbedaan yang amat besar. Pendidikan di masyarakat
banyak yang disampaikan dengan kedustaan dan kebohongan, misalnya melalui
dongeng palsu, cerita kerakyatan, cerita fiktif, sandiwara, film-film yang
seluruh isinya berdasarkan pada rekayasa dan kisah-kisah palsu dll.
Oleh karena
itu tidak heran bila di masyarakat kita perbuatan dusta merupakan hal yang amat
lazim terjadi dan biasa dilakukan, karena semenjak dini mereka dilatih
melakukan kedustaan dan kebohongan.
Diantara
keistimewaan metode pendidikan dalam syari’at Al Qur’an ialah ditanamkannya
nilai-nilai keimanan kepada Allah Ta’ala, rasa takut kepada-Nya, senantiasa
tawakkal dan sadar serta yakin bahwa segala kebaikan dan juga segala kejelekan
hanya Allah yang memiliki, tiada yang mampu mencelakakan atau memberi
kemanfaatan kepada manusia tanpa izin dari Allah Ta’ala. Sehingga dengan
menanamkan keimanan kepada Allah Ta’ala sejak dini semacam ini, menjadikan
masyarakat muslim berjiwa besar, tangguh bak gunung yang menjulang tinggi ke
langit, bersih jauh dari sifat-sifat kemunafikan, penakut, berkhianat,
memancing di air keruh atau menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
Kisah
berikut adalah salah satu contoh nyata pendidikan Islam yang pernah dicontohkan
oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya,
“Dari Ibnu
Abbas Radhiallahu’anhu ia berkata, Suatu hari aku membonceng Nabi shollallahu
‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda kepadaku, “Wahai nak, sesungguhnya aku
akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah (syari’at) Allah, niscaya Allah
akan menjagamu, jagalah (syari’at) Allah, niscaya engkau akan dapatkan
(pertolongan/perlindungan) Allah senantiasa dihadapanmu. Bila engkau meminta
(sesuatu) maka mintalah kepada Allah, bila engkau memohon pertolongan, maka
mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah (yakinilah) bahwa umat manusia
seandainya bersekongkol untuk memberimu suatu manfaat, niscaya mereka tidak
akan dapat memberimu manfaat melainkan dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan
untukmu, dan seandainya mereka bersekongkol untuk mencelakakanmu, niscaya
mereka tidak akan mampu mencelakakanmu selain dengan suatu hal yang telah Allah
tuliskan atasmu. Al Qalam (pencatat taqdir) telah diangkat, dan
lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Ahmad, dan At Tirmizi dan dishahihkan
oleh Al Albani)
Dan berikut
adalah salah satu contoh generasi yang telah tertanam pada dirinya pendidikan
Al Qur’an, yang senantiasa mengajarkan agar setiap manusia senantiasa mengingat
Allah, dan senantiasa sadar bahwa Allah selalu melihat dan mendengar segala
gerak dan geriknya.
Pada suatu
malam ada seorang wanita yang memerintahkan anak gadisnya untuk mencampurkan
air ke dalam susu yang hendak ia jual, maka anak gadis tersebut menjawab dengan
penuh keimanan, “Bukankah ibu telah mendengar bahwa Umar telah melarang kita
dari perbuatan semacam ini?! Maka sang ibu pun menimpali dengan berkata,
Sesungguhnya Umar tidak mengetahui perbuatanmu! Maka anak gadis tersebut
menjawab dengan berkata, “Sungguh demi Allah aku tidak sudi untuk mentaati
peraturan Umar hanya ketika di khalayak ramai, akan tetapi ketika aku sendirian
aku melanggarnya.”
Kita semua
bisa bayangkan bila prinsip-prinsip islamiyyah yang terkandung dalam hadits ini
terwujud pada masyarakat kita, maka saya yakin bahwa masyarakat kita akan
terhindar dari berbagai praktek-praktek pengecut, khianat, korupsi, penakut,
putus asa, dll.
Tentu
pendidikan yang semacam ini menyelisihi pendidikan yang sekarang banyak
dilakukan oleh masyarakat kita, dimana anak-anak kita sejak kecil senantiasa
dihancurkan kejiwaannya, keberaniannya dengan berbagai dongeng tentang hantu,
syetan, khayalan tentang superman, batman, satria baja hitam, atau yang serupa
yang menggambarkan tentang manusia yang bisa terbang, merubah bentuk, dengan
berbagai kedustaan yang ada pada kisah-kisah tersebut. Tidaklah mengherankan
bila generasi yang dibina dan jiwanya dipenuhi dengan kisah-kisah palsu semacam
ini, hanya pandai mengkhayal, dan mudah putus asa, penakut dan pemalas. (windy
yana)
Masih di indanya islam
Islam itu
adalah suatu agama yang diridhoi Alloh dan tak ada agama lain yang dirihoi
Alloh selain agama islam .
Pengertian
dari agama yaitu kekuasaan, tunduk, balasan, undang-undang/peraturan .
Ya itulah
pengertian agama yang begitu menyeluruh dalam hidup kita dengan kekuasaan Alloh
yang telah diberikan kepada setiap muslim dengan ketaatan yang Alloh
perintahkan kepada orang-orang muslin, balasan yang akan Alloh berikan syurga
yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan arak yang tidak memabukan dengan
bidadari-bidadari yang mengitu indah dan tak pernah disentuh oleh manusia dan
jin manapun, dengan peraturan-peraturan yang begitu Alloh atur dalam hal kecil
maupun hal besar dari mulai bangun pagi sampai tidur lagi, dari mulai makan sampai
minum, dari mulai berkendaraan dan masih banyak lagi hal-hal yang dialami dalam
kehidupa kita yang Alloh atur semuanya untuk kita sebagai amal dalam aktivitas
kita untuk bekal akhirat dan untuk mendapatkan syurgaNya .
Dengan perilaku itulah kita
dapa cinta dan syurgaNya Alloh, tanpa itu kita takkan bisa mendapatkan semunya
karena kita diciptakan ada tujuannya.
Dan sebaliknya ketika kita
tak bisa taat dengan aturan Alloh yang telah ditetapkan maka ketahuilah azab
Alloh itu pedih sobat . dan itu bukan hal yang menjadi main-main . maka
siapkanlah sari sekarang untuk terus mecari ridho dan cintaNya Alloh dengan
menaati apa yang diperintahNya .
Dengan keindahanya islam
mempunyai ciri dan khasnya, diantaranya :
1.
Robbniah ( bersumber dari Alloh swt )
2.
Insaniah alamiah ( kemanuisaan yang universal
)
3.
Syamil ( lengkap dan mencakup )
4.
Al- Basthah
5.
Al adalah ( keadilah yang mutlak )
6.
Tawuzun ( seimbang )
7.
Perpaduan ( sabar : pokoknya )
Itulah ciri khas dari agama
islam yang semuanya sudah kita alami dalam kehidupan kita, maka selalulah
memuji tuhan kita yang maha kuasa yaitu Alloh yang senatiasa selalu ada untuk
kita dan dekat dengan kita .
Dekat dengan yang dekat
Terciptanya
suatu tatanan masyarakat yang saling bahu membahu, saling tolong menolong
bersatu padu dalam segala keadaan bak satu bangunan yang saling melengkapi dan
menguatkan adalah cita-cita setiap orang. Dan syari’at Al Qur’an jauh-jauh hari
telah mengajarkan berbagai kiat dan metode yang amat efektif dalam menciptakan
tatanan masyarat indah tersebut.
Diantara
bukti bahwa syari’at Al Qur’an amat memperhatikan dan telah mengatur sedemikian
rupa agar tercipta suatu tatanan masyarakat idaman ialah firman Allah Ta’ala
berikut ini,
“Beribadahlah
kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat,
ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An Nisa’ 36)
Dan Nabi
shollallahu ‘alaihi wasallam pernah mengisahkan bahwa Malaikat Jibril
’alaihissalam amat sering berpesan kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam
agar berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai Nabi shollallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
“Terus-menerus
Malaikat JIbril berpesan kepadaku tentang tetangga, sampai-sampai aku mengira
ia akan membawakan wahyu yang memerintahkan aku agar menjadikan tetangga
sebagai ahli waris.” (HR. Bukhari)
Dan pada
hadits lain beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh
demi Allah tidaklah beriman, sungguh demi Allah tidaklah beriman, Sungguh demi
Allah tidaklah beriman. Maka ditanyakankepada beliau, Siapakah orang itu wahai
Rasulullah? Beliau menjawab, Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari
gangguannya.” (HR. Bukhari)
Syari’at Al
Qur’an bukan hanya sekedar mengajari umatnya untuk menjaga diri dari segala
yang mengganggu tetangga, akan tetapi juga memerintahkan agar kita berperi laku
baik dengan mereka, masing-masing sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana yang
ditegaskan pada ayat di atas, dan juga dalam sabda Nabi shollallahu ‘alaihi
wasallam berikut ini:
“Barang
siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia memuliakan
tetangganya.” (HR. Muslim)
Dan salah
satu contoh nyata yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi
wasallam ialah mengizinkan tetangga kita untuk ikut memanfaatkan halaman atau
dinding rumah atau pagar rumah kita, misalnya dengan ikut meletakkan atau
menyandarkan kayunya di dinding kita atau yang serupa. Rasulullah shollallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
“Janganlah
seorang tetangga melarang tetangganya yang hendak menyandarkan kayunya di
dinding miliknya.” (HR. Bukhari)
Di antara
faktor yang menjadikan masyarakat yang menjalankan syari’at Al Qur’an menjadi
indah, tentram, damai dan sejahtera dan makmur ialah disyari’atkannya amar
ma’ruf nahi mungkar, sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut ini,
“Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah
orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Dengan syari’at
amar ma’ruf nahi mungkar inilah masyarakat muslim dapat mencegah terjadinya
berbagai kejahatan dan kerusakan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dan
dengan syari’at amar ma’ruf dan nahi mungkar mereka dapa terhindar dari
berbagai bencana alam, musibah, wabah penyakit dan krisis dalam berbagai hal.
Pada suatu
hari Zaenab bin Jahesy bertanya kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam,
“Ya Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan, padahal di tengah-tengah kita
terdapat orang-orang sholeh? Beliau menjawab, Ya, bila telah banyak pada kalian
orang-orang jelek.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Dan pada
hadits lain, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh
demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh kalian memerintahkan dengan
yang ma’ruf (baik) dan mencegah dari yang mungkar, atau tak lama lagi Allah
akan mengirimkan kepada kalian azab dari sisi-Nya, kemudian kalian berdoa
kepada-Nya dan Ia tidak mengabulkannya.” (HR. At Tirmizi dan dihasankan oleh Al
Albani)
Dan pada
hadits lain Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Permisalan
orang-orang yang menegakkan batasan-batasan (syariat) Allah (beramar ma’ruf dan
nahi mungkar-pen) dan orang-orang yang melanggarnya, bagaikan suatu kaum yang
berbagi-bagi tempat di sebuah kapal/bahtera, sehingga sebagian dari mereka ada
yang mendapatkan bagian atas kapal tersebut, dan sebagian lainnya mendapatkan
bagian bawahnya, sehingga yang berada dibagian bawah kapal bila mengambil air,
maka pasti melewati orang-orang yang berada diatas mereka, kemudian mereka
berkata, Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita
tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita. Nah apabila mereka
semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka
semua akan binasa, dan bila mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya
mereka telah menyelamatkan orang-orang tersebut, dan mereka semuapun akan
selamat.” (HR. Bukhari)
Inilah kunci
kedamaian, keamanan, kemakmuran dan terhindarnya kita semua dari berbagai
musibah, bencana alam, petaka, paceklik dan berbagai wabah, yaitu dengan
menegakkan amar ma’ruf, sehingga perbuatan baik dan amal sholeh memasyarakat
dan juga menegakkan nahi mungkar, sehingga kemungkaran dan kemaksiatan dapat
diperangi dan dikikis habis. Pada hadits lain Rasulullah shollallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
“Tidaklah
pernah perbuatan zina merajalela di suatu masyarakat hingga mereka berani untuk
melakukannya dengan terang-terangan, melainkan akan merajalela pula di
tengah-tengah mereka berbagai wabah dan penyakit yang tidak pernah ada di
orang-orang yang terdahulu. Tidaklah mereka berbuat kecurangan dalam hal
timbangan dan takaran, melainkan mereka akan ditimpa paceklik, biaya hidup yang
tinggi, dan kelaliman para penguasa. Tidaklah mereka menahan zakat harta
mereka, melainkan mereka akan dihalang-halangi dari air hujan yang datang dari
langit, dan seandainya bukan karena binatang, niscaya mereka tidak akan
dihujani…” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al
Albani)
Oleh karena itu hendaknya kita kaum muslimin Indonesia
menghidupkan dan menggalakkan syari’at ini agar masyarakat kita dapat terhindar
dari berbagai petaka dan musibah yang melanda bangsa dan negri kita, dan
kesejahteraan serta kedamaian dapat terealisasi di negeri kita.
Oleh karena itu marilah kita salih menjaga dan
mengingatkan dalam kebaikan yang akan menyelamatkan kita semua, dengan itulah
kita akan saling membantu dalam ketaatan kita kepada Rabb kita , karena satu
dengan yang lain itu bisa menguatkan dan bersama-sama lah kunci dari kita
selamat dari musibah .
Dan sangatlah penting pula kita berkomunikasi dengan
orang-orang yang dengan kita, karena dengan komunikasilah kita bisa saling
mencintai dan perhatian untuk saling peduli sesama .
Dalam menegakan islam didunia ini tak bisa dilakukan
dengan sendiri tak bisa di pikirkan dengan sendiri dan tak bisa dikerjakan
dengan sendiri-sendiri . kita butuk kebersamaan yang harus kita juaangkan,
menyamakan pemikiran kita dengan satu jalan dan satu arah agar tidak ada
kekeliruan dan kesalah paham antara kita . dan dengan iman kepada Allohlah hati
kita bisa bersatu dan bersama dalam barisan dakwah islamiyah ini . jangan kau
anggap bahwa kesholehan dirimu tanpa pernah mengajakn orang lain dalam
menyolehkan dirinya bisa cukup untuk engkau masuk syurga, tapi menurutku tidak
karena kita tak bisa membantu orang lain yang ingin juga merasakan bagaimana
islam ini indah dan menyeruluh . kita harusa saling mengingatkan disetiap
ibadah dan ama-amal kita .
Saudaraku, ketika kita sudah tahu bagaimana islam itu
indah dimata kita maka ajaklah teman kita dengan cara halus yang kita bisa,
karena berbagi kebaikan itu sangat indah dan dengan itu kita bisa menegakan
islam dengan bersama .
Saudaraku, engkau sebagai pemuda pada jaman ini ,
setiap umat akan memikul beban dipundakmu karena dengan pemudalah indonesia
bisa meredeka , begitu juga islam, anak-anak mudalah yang harus berjuang untuk
islam ini dengan segala kecerdasan dan kekuatan yang Alloh telah berikan .
Dan seorang ulama berkata :
Sesungguhnya tanpilnya islan karena tampilnya umat,
tampilnya umat karena tampilnya pemuda, dan tampilnya pemuda karena kabaikan
akhlaq” .
Terbuktikan, bahwa umatlah yang memikul beban dipundak
pemuda, berharap kepada pemuda dengan akhlaq yang baik . maka mari kita
sama-sama sebagai pemuda dengan jiwa muslim kita, kita buktikan bahwa kitalah
yang akan menjayakan islam ini di muka bumi . dan untuk menumbuhkan hal itu
maka cintailah islam ini dengan penuh pengorbanan harta dan jiwa kita .
Ukhuwah menguatkan kita
Sesungguhnya di dunia ini ada taman-taman surga. Barangsiapa tidak memasuki
taman surga dunia, maka dia tidak bisa memasuki surga di akhirat.” Sebuah
ungkapan mahsyur dari syaikh Ibnu Taimiyah mengenai taman surga dunia. Lalu
apakah taman surga dunia itu, Saudaraku?
Ah, Hadist dari Imam Ahmad ini mungkin bisa menjadi jawaban “…Para sahabat
bertanya, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud taman-taman surga itu? Beliau
menjawab “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu)”.
Taman surga dunia. Ya, itulah yang dapat kita ungkapkan dalam ajelis
tarbawi ini. Tarbiyah adalah dakwah dimana kita mencelupkan pribadi muslim dan
mewarnainya dengan warna Islam. Proses tarbiyah sendiri bukan hanya sekedar
ngaji membahas mengenai aqidah, tauhid, fiqh, hafalan. Tapi juga ada hal
berharga yang kita peroleh dari proses tersebut. Sebuah ikatan yang saling
menautkan hati. Itulah ukhuwah. Sebuah anugerah tiada tara yang Allah berikan
bagi para mukmin dengan mengikat hati dalam ikatan iman. Jika kata Ustadz Salim
A.Fillah, ukhuwah adalah ruh-ruh yang diakrabkan oleh iman.
Saudaraku, mari sejenak kita mengenang perjalanan hijrah Rasulullah. Suatu
hari ketika, Abu Bakar ash-Shidiq mendampingi Rasulullah dalam hijrahnya
menghindari kejaran Quraisy dan bersembunyi dalam gua Tsur. Ketika beberapa
orang Quraisy mengetahui tempat persembunyian mereka, Abu Bakar mulai resah dan
gelisah. Tepat di saat itu, menitiklah sebulir air mata Abu Bakar hingga jatuh
ke pipi Rasulullah yang sedang berbaring di pangkuan Abu Bakar. Rasulullah
terbangun dan berkata, “Janganlah bersedih, Abu Bakar. Allah bersama kita.”
Sebuah perkataan lembut dari Rasulullah yang mampu menguatkan hati Abu Bakar.
Begitulah indahnya ukhuwah dalam dekapan tarbiyah. Saling menguatkan ketika
yang lain lemah, saling menasehati ketika yang lain khilaf, saling menjaga agar
selalu dalam kebaikan, dan saling berbagi. Begitulah indahnya ukhuwah dalam
dekapan tarbiyah. Kita belajar untuk saling berlemah lembut, mencintai,
mengasihi, menghormati, mengokohkan, memaafkan, dan saling mempercayai.
Begitulah indahnya ukhuwah dalam dekapan tarbiyah, ketika ruh-ruh saling
diakrabkan oleh iman mereka bagaikan cahaya di atas cahaya.
“Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan. Dengannya Allah
persatukan hati-hati yang berserakan. Saling bersaudara, saling merendah lagi
memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati.” (Sayyid Qutb). “Teman-teman
akrab pada hari itu sebagian dari mereka menjadi musuh bagi yang lain kecuali
orang-orang bertakwa. (QS. az-Zukhruf : 67)
Dalam dekapan tarbiyah, semoga ukhuwah ini seindah Jannah.
itulah ukhuwah yang menyatu karena iman, tanpa disadar atau disadari, ukhuwah kuat dengan iman, dengan kebersamaan, dan saling perhatian .
dan dengan ukhuwah kita bisa saling
membantu dan saling percaya antar sesama .
dengan perasaan yang amat menyenangkan
hati ukhuwahlah yang selalu ada dalam hidup bersama sesama muslim, karena
dengan itulah kita kuat dengan berukhuwah dengan kebersamaan dan ketaatan
bersama pada Rabb kita dan ukhuwah islamiyah ini tidak hanya di dunia saja
melainkan diakhirat pun ukhuwah kita akan terasa, berkumpul di taman-taman
syurga dan menyandar indah dengan dipan-dipan yang bercahaya. Semoga kita bisa
seperti itu dan ukhuwah kita bisa sampai menuju jannahNya .
Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali
berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul
kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang
akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak
mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti
banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga
sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum
minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.
Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yang terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya, setiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak Islami, sehingga bukan ketengan jiwa yang didapat tapi malah membawa kesemrautan dalam jiwanya itu. Untuk itu, secara tersurat, Al-Quran menyebutkan beberapa kiat praktis.
1. Dzikrullah.
Dzikir kepada Allah Swt merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa, yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan (dan mendalami hukum-hukum Allah, termasuk dzikrullah). Bila seseorang menyebut nama Allah, memang ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz (mohon perlindungan Allah), dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat, dia menjadi tenang kembali karena merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan kenikmatan yang berlimpah lalu dia berdzikir dengan menyebut hamdalah, maka dia akan meraih ketenangan karena dapat memanfaatkannya dengan baik dan begitulah seterusnya sehingga dengan dzikir, ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim, Allah berfirman yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram (13:28).
Untuk mencapai ketenangan jiwa, dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah, tapi juga dzikir dengan hati dan perbuatan. Karena itu, seorang mu’min selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan, baik duduk, berdiri maupun berbaring.
2. Yakin Akan Pertolongan Allah.
Dalam hidup dan perjuangan, seringkali banyak kendala, tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yang membawa pada perasaan takut yang selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seperti ini seringkali membuat orang yang menjalani kehidupan menjadi berputus asa dan bagi yang berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat.
Oleh karena itu, agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yang sesulit apapun, seorang muslim harus yakin dengan adanya pertolongan Allah dan dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, tapi juga untuk orang sekarang dan pada masa mendatang, Allah berfirman yang artinya: Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (3:126, lihat juga QS 8:10).
Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yang diberikan Allah kepada para Nabi dan generasi sahabat dimasa Rasulullah Saw, maka sekarangpun kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah itu dan ini membuat kita menjadi tenang dalam hidup ini. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yang sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan, maka jalan itu sudah buntu dan mentok. Dengan keyakinan seperti ini, seorang muslim tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan karena memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat, Allah berfirman yang artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS 2:214).
3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah.
Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya, dia menjadi takut dan tidak tenang, tapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram, hal ini karena dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yang tidak perlu dicemasi, tapi malah untuk dikagumi. Allah berfirman yang artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?”. Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tenang (tetap mantap dengan imanku)”. Allah berfirman, (“kalau begitu) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah, kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS 2:260).
4. Bersyukur
Allah Swt memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang amat banyak. Kenikmatan itu harus kita syukuri (dengan hati, lisan, dan perbuatan) karena dengan bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang, hal ini karena dengan bersyukur, kenikmatan itu akan bertambah banyak, baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tapi kalau tidak bersyukur, kenikmatan yang Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yang tidak ada artinya dan meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yang sedikit.
Apabila manusia tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang membuat mereka menjadi tidak tenang, Allah berfirman yang artinya: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat(QS 16:112).
5. Tilawah, Tasmi’ dan tadabbur Al-Quran.
Al-Quran adalah kitab yang berisi sebaik-baik perkataan, diturunkan pada bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, karenanya orang yang membaca (tilawah), mendengar bacaan (tasmi’) dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Quran niscaya menjadi tenang hatinya, manakala dia betul-betul beriman kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: Allah telah menurunkan perkataan yang baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhanya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya (QS 39:23). Oleh karena itu, sebagai mu’min, interaksi kita dengan al-Qur’an haruslah sebaik mungkin, baik dalam bentuk membaca, mendengar bacaan, mengkaji dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Al-Quran sudah baik, maka mendengar bacaan Al-Quran saja sudah membuat keimanan kita bertambah kuat yang berarti lebih dari sekedar ketenangan jiwa, Allah berfirman yang artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (QS 8:2). Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik, sebab baik dan tidak sesuatu seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu, Allah Swt memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam syurga-Nya, Allah berfirman yang artinya: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga-Ku (QS 89:27-30). ( windy yana )
Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yang terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya, setiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak Islami, sehingga bukan ketengan jiwa yang didapat tapi malah membawa kesemrautan dalam jiwanya itu. Untuk itu, secara tersurat, Al-Quran menyebutkan beberapa kiat praktis.
1. Dzikrullah.
Dzikir kepada Allah Swt merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa, yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan (dan mendalami hukum-hukum Allah, termasuk dzikrullah). Bila seseorang menyebut nama Allah, memang ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz (mohon perlindungan Allah), dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat, dia menjadi tenang kembali karena merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan kenikmatan yang berlimpah lalu dia berdzikir dengan menyebut hamdalah, maka dia akan meraih ketenangan karena dapat memanfaatkannya dengan baik dan begitulah seterusnya sehingga dengan dzikir, ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim, Allah berfirman yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram (13:28).
Untuk mencapai ketenangan jiwa, dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah, tapi juga dzikir dengan hati dan perbuatan. Karena itu, seorang mu’min selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan, baik duduk, berdiri maupun berbaring.
2. Yakin Akan Pertolongan Allah.
Dalam hidup dan perjuangan, seringkali banyak kendala, tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yang membawa pada perasaan takut yang selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seperti ini seringkali membuat orang yang menjalani kehidupan menjadi berputus asa dan bagi yang berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat.
Oleh karena itu, agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yang sesulit apapun, seorang muslim harus yakin dengan adanya pertolongan Allah dan dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, tapi juga untuk orang sekarang dan pada masa mendatang, Allah berfirman yang artinya: Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (3:126, lihat juga QS 8:10).
Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yang diberikan Allah kepada para Nabi dan generasi sahabat dimasa Rasulullah Saw, maka sekarangpun kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah itu dan ini membuat kita menjadi tenang dalam hidup ini. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yang sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan, maka jalan itu sudah buntu dan mentok. Dengan keyakinan seperti ini, seorang muslim tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan karena memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat, Allah berfirman yang artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS 2:214).
3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah.
Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya, dia menjadi takut dan tidak tenang, tapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram, hal ini karena dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yang tidak perlu dicemasi, tapi malah untuk dikagumi. Allah berfirman yang artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?”. Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tenang (tetap mantap dengan imanku)”. Allah berfirman, (“kalau begitu) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah, kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS 2:260).
4. Bersyukur
Allah Swt memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang amat banyak. Kenikmatan itu harus kita syukuri (dengan hati, lisan, dan perbuatan) karena dengan bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang, hal ini karena dengan bersyukur, kenikmatan itu akan bertambah banyak, baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tapi kalau tidak bersyukur, kenikmatan yang Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yang tidak ada artinya dan meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yang sedikit.
Apabila manusia tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang membuat mereka menjadi tidak tenang, Allah berfirman yang artinya: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat(QS 16:112).
5. Tilawah, Tasmi’ dan tadabbur Al-Quran.
Al-Quran adalah kitab yang berisi sebaik-baik perkataan, diturunkan pada bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, karenanya orang yang membaca (tilawah), mendengar bacaan (tasmi’) dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Quran niscaya menjadi tenang hatinya, manakala dia betul-betul beriman kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: Allah telah menurunkan perkataan yang baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhanya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya (QS 39:23). Oleh karena itu, sebagai mu’min, interaksi kita dengan al-Qur’an haruslah sebaik mungkin, baik dalam bentuk membaca, mendengar bacaan, mengkaji dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Al-Quran sudah baik, maka mendengar bacaan Al-Quran saja sudah membuat keimanan kita bertambah kuat yang berarti lebih dari sekedar ketenangan jiwa, Allah berfirman yang artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (QS 8:2). Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik, sebab baik dan tidak sesuatu seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu, Allah Swt memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam syurga-Nya, Allah berfirman yang artinya: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga-Ku (QS 89:27-30). ( windy yana )
Diposkan
oleh Yusuf Shadiq
Merenung dan
memahami ayat ini sedalam-dalamnya pasti akan membawa kita kepada pelbagai
memori lama.
Bagaimana kita tersadung dengan jalan tarbiyah?
Bagaimana kita mula jatuh cinta dengan ukhwah fillah?
Bagaimana kita mula meninggalkan karat-karat jahiliyah?
Semua itu adalah satu kenangan yang boleh menjadi daya tolak untuk kita terus melangkah. Kita masih melangkah walau kepenatan maha dahsyat menjengah. Kita masih melangkah kerana kecintaan kita, kesyukuran kita dengan jalan yang telah merubah hidup kita dari segala aspek samaada luaran dan dalaman..Fikrah, ruhiyah dan jasad. Begitulah tarbiyah mengajarkan kita. Ia telah berjaya membentuk manusia biasa menjadi luar biasa.
Bagaimana kita tersadung dengan jalan tarbiyah?
Bagaimana kita mula jatuh cinta dengan ukhwah fillah?
Bagaimana kita mula meninggalkan karat-karat jahiliyah?
Semua itu adalah satu kenangan yang boleh menjadi daya tolak untuk kita terus melangkah. Kita masih melangkah walau kepenatan maha dahsyat menjengah. Kita masih melangkah kerana kecintaan kita, kesyukuran kita dengan jalan yang telah merubah hidup kita dari segala aspek samaada luaran dan dalaman..Fikrah, ruhiyah dan jasad. Begitulah tarbiyah mengajarkan kita. Ia telah berjaya membentuk manusia biasa menjadi luar biasa.
"Dan
Allah melebihkan sebahagian kamu atas sebahagian yang lain dalam hal rezeki,
tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mahu memberikan rezekinya
kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama
(merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengikari nikmat Allah? (al-Quran,
16:71)."
Sedari awal
lagi kita mengimani bahawa jalan tarbiyah yang sedang kita lalui ini adalah
satu nikmat dan rezeki yang besar dari Allah untuk kita.
Dan atas dasar keimanan itu jugalah, kita bergerak dalam meyampaikan dan menyeru manusia untuk bersama-sama merasai nikmat jalan ini.
Sehinggalah suatu ketika,
Setelah bertahun ditarbiyah dan mentarbiyah,
Tiba-tiba kita sudah tiada rasa. Terasa hambar dan ada juga yang melemah hanya kerana asbab teknikal yang sangat remeh untuk difikirkan (lagi-lagi kepada para daei).
Mula kering ketika menerima taujihat dari para ustad. Mula berat untuk bertemu ustad yang sedia untuk ditarbiyah.
Dimana masalah sebenarnya?
Dalam diri kita?hati kita?ustad kita?
Sedangkan, ini adalah pendapat Imam Hassan Al-Banna tentang mujahid yang membawa islam:
Dan atas dasar keimanan itu jugalah, kita bergerak dalam meyampaikan dan menyeru manusia untuk bersama-sama merasai nikmat jalan ini.
Sehinggalah suatu ketika,
Setelah bertahun ditarbiyah dan mentarbiyah,
Tiba-tiba kita sudah tiada rasa. Terasa hambar dan ada juga yang melemah hanya kerana asbab teknikal yang sangat remeh untuk difikirkan (lagi-lagi kepada para daei).
Mula kering ketika menerima taujihat dari para ustad. Mula berat untuk bertemu ustad yang sedia untuk ditarbiyah.
Dimana masalah sebenarnya?
Dalam diri kita?hati kita?ustad kita?
Sedangkan, ini adalah pendapat Imam Hassan Al-Banna tentang mujahid yang membawa islam:
“Saya
dapat menggambarkan sosok mujahid adalah seorang yang sentiasa mempersiapkan
dan membekali diri, berfikir tentang keberadaannya dalam segenap ruang hatinya.
la selalu dalam keadaan berfikir. Waspada di atas kaki yang selalu dalam siap
siaga. Bila diseru ia menyambut seruan itu.
Waktu pagi dan petangnya, bicaranya, keseriusannya, dan permainannya, tidak melanggar arena yang dia persiapkan untuknya. Tidak melakukan kecuali misinya yang memang telah meletakkan hidup dan kehendaknya di atas misinya. Berjihad di jalannya.
Anda dapat membaca hal tersebut pada raut wajahnya. Anda dapat melihatnya pada bola matanya. Anda dapat mendengarnya dari ucapan lidahnya yang menunjukkanmu terhadap sesuatu yang bergolak dalam hatinya, suasana tekad, semangat besar serta tujuan jangka panjang yang telah memuncak dalam jiwanya. Jiwa yang jauh dari unsur menarik keuntungan kecil di sebalik perjuangan.
Adapun seorang mujahid yang tidur sepenuh kelopak matanya, makan seluas mulutnya, tertawa selebar bibirnya, dan menggunakan waktunya untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil ia termasuk orang-orang yang menang, dan mustahil tercatat dalam jumlah para mujahidin.”
Waktu pagi dan petangnya, bicaranya, keseriusannya, dan permainannya, tidak melanggar arena yang dia persiapkan untuknya. Tidak melakukan kecuali misinya yang memang telah meletakkan hidup dan kehendaknya di atas misinya. Berjihad di jalannya.
Anda dapat membaca hal tersebut pada raut wajahnya. Anda dapat melihatnya pada bola matanya. Anda dapat mendengarnya dari ucapan lidahnya yang menunjukkanmu terhadap sesuatu yang bergolak dalam hatinya, suasana tekad, semangat besar serta tujuan jangka panjang yang telah memuncak dalam jiwanya. Jiwa yang jauh dari unsur menarik keuntungan kecil di sebalik perjuangan.
Adapun seorang mujahid yang tidur sepenuh kelopak matanya, makan seluas mulutnya, tertawa selebar bibirnya, dan menggunakan waktunya untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil ia termasuk orang-orang yang menang, dan mustahil tercatat dalam jumlah para mujahidin.”
Tidakkah
kita tertampar?
Masih ada masakah untuk kita memikirkan tentang lemah?
Lemahnya jiwa adalah kerana keringnya iman kita.
Keringnya iman kita kerana kurangnya mutabaah amal kita.
Kurangnya mutabaah amal kita kerana lemahnya mujahadah kita.
wallahuallam
Jom kita tingkatkan iman dan amal bersama-sama. Semoga Allah lindungi kita dari azab yang tidak terkata dahsyatnya.
Masih ada masakah untuk kita memikirkan tentang lemah?
Lemahnya jiwa adalah kerana keringnya iman kita.
Keringnya iman kita kerana kurangnya mutabaah amal kita.
Kurangnya mutabaah amal kita kerana lemahnya mujahadah kita.
wallahuallam
Jom kita tingkatkan iman dan amal bersama-sama. Semoga Allah lindungi kita dari azab yang tidak terkata dahsyatnya.
"Dan
kalau bukan kerana kurniaan Allah dan rahmatNya kepadamu (nescaya kamu akan
ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Maha
Penyayang."(24:20)
Yang terbaik bukan yang inginkan
April ketika sebuah ujian akhir
telah terlaksana selesai dengan perang soal yang begitu rumit dilihat dan
teka-teki ujian yang sangat misterius di setiap siswa bahwa ini hasil
penentuan, bahwa inilah awal mimpi mewujudkannya, bahwa ini akhir dari
peraturan sekolah yang di taati . selesai sudah bahwa skenario sekolah ini
selesai .
pertengah bulan mei kami semua lulus dan sudah
resmi jadi alumni, muhasabah akhir kami lakukan dengan khidmat dan tentram .
semua hal di sekolah ini akan jadi kenangan saatnya berperang dengan
jalan-jalan menuju keperguruan tinggi "gugam dalam hatiku"
snmptn adalah jembatan pertama yang memberikanku
kesempatan masuk perguruan tinggi negeri, dengan begitu semangatnya aku pilih
ptn yangku inginkan dengan program study yang diminat . hmmm 1 bulan aku
menunggu keputusan dari seleksi itu . degedegan dihati, cemas , gelisah
bercampur aduk dalam hati . mungkin ini bukan hanya aku yang merasakannya, tapi
ribuan pelajar indonesia yang mengikuti ini akan merasakan seperti itu . dengan
harapan semuanya bisa lulus dengan apa yang diharapkan mereka, tapi itu
mustahil dengan berjuta-juta pelajar yang daftar dan para ptn hanya memberikan
kuota beribu-ribu untuk pelajar . pasti akan banyak korban disini. ada depresi
atau tak mau ikut seleksi lagi .
setelah masa snmptn dibuka, aku membuka secara
perlahan karena internetnya saat itu lagi gak baik, dengan perasaan yang
gembira, cemas, dan gelisah bercampur terus, akhirnya hasil snmptn itu terbuka,
dengan perlahan, hati yang tenang dan pikiran yang positif dalam hasil itu
dengan muncul warna garis merah yang agak besar dan bacaan "anda tidak
lulus" . hmm sebentar aku menghepehepp, aku coba tuk ceriakan hati, memang
sakit tapi apa daya inilah hasilnya, inilah hasil yang pernah kulakukan,
totalitas inilah hasilnya, perasaan aku ingin menangis . hmmm sebentar terdiam
.
jembatan pertama tak bisa aku lewati itu mungkin
bukan yang terbaik bagiku . aku coba untuk menyembrang ke jembatan yang kedua
dengan nama jembatan itu sbmptn, ini merupakan tes tulis yang membuatku untuk
berpikir pintar dalam mengerjakan soal itu. dengan jangka waktu 1 bulan ke
pelaksaan tes, aku terus cari info untuk berlatih dengan harapan aku bisa lulus
sbmptn , eh ternyata dengan segala medan yang ku hadapi, berawal dari cari info
tentang soal sbmptn gimana, nanya sama kaka-kaka yang lulusan sbmptn, berlatih
soal dengan kaka-kaka yang sudah lulus sbmptn, cari tempat tesnya dimana, sampe
aku pake gps untuk mencari tempat tesnya itu hehe gaya dikit . oh iya aku
mengambil tempat tes di wilayah bandung tepat di cihampelas sman 2 pasundan .
hmm hari H pun tiba , mulai mengerjakan dari jam 7.30 sampai dengan 14.30
dengan soal yang hampir 200 kurang dengan istirahat dengan 2 waktu . mengawali
dengan bacaan bismillah dan dengan doa supaya bisa lulus sbmptn . Alhamdulillah
selesai .
pukul 15.00 aku pulang dengan hati yang senang
karena telah sukses mengikuti seleksi ini meskipun hasilnya belum aku ketahui
apakah aku lulus atau tidak, yang pasti kesempatan ini adalah akhir dari
perjuanganku dan bisa jadi mahasiswa ptn
dalam
menunggu hasil sbmptn aku juga daftar ke pesantren media di depok dengan
seleksi beasiswa D2 teknik informatika, ku baca persayaratn yang di posting di
grup whatapps, ku baca dengan teliti sambil memikirkan persyaratan yang harus
dikumpulkan sebelum tes tulis, setelah dipahami aku keluar untuk mencari
persyaratan yang harus di kumpulkan.
Alhamdulillah
dalam seminggu terkumpul persyaratan itu dengan rumitnya. Besoknya aku langsung
berangkat ke depok dengan membawa map yang isinya persyaratan buat seleksi itu.
Tengtong jam sore hari sampailah di depok . pengalaman pertama masuk ke kota
depok yang sangat sumpek dengan kendaraan yang ada dimana membuat susah jalan
dengan bebas, baeda banget dengan ciamis yang hanya sumpek jalanya ketika
menjelang lebaran aja, apalagi kalo di bandingan dengan kampungku dicimaragas
dehh belum pernha sumpek selalu longgar jalanya .
Karena belum
tahu dengan alamat yang tertera harus kemana aku pergi, hmm bertanya kepada
seorang supir angkot, kepada penghuni terminal kota depok, dan akhirnya ada
yang tahu dan ditujukan ke arah alamat yang ku sebutkan .
Mencari
angkutan yang menuju ke alamat itu akhir ditemukan dan 03 adalah angkot yang
aku pilih, akhirnya di desa itu pun tiba, setelah menyakan ke warga ternyata
dari sana untuk menuju pesantren itu harus menepuh 1 km . hemmmmmmmmm sebentar
istirahat . hujanpun turun membasahi bajuku yang mulai kusut karena seharian
berjuang hehe . untuk menempuh lebih cepat ketempat itu aku memutuskan untuk
mencari ojeg kesananya .
Tibalah
dipintu sekolah itu , toktok assalamualaikum, suaraku ucap salam ke arah pintu
itu, suaru laki-laki muda dengan senyum lebar membalas salam sambil
menghampiriku keluar . langsung tanpa basa-basi aku menyerahkan dokumen sebagai
persyaratnku, ohehe iya sebelumnya aku dipersilahkan masuk untuk beristirahat
dan ijin untuk shalat , eh penting gak sih kalo di ceritain .
1 bulan
menjalani tes itu dengan 4 kali ke depok di setiap hari sabtu . dengan rasa
senang dan hati gembira menjalani semua itu meskipun sangat melelahkan dan pada
saat itu aku bertanya-tanya dalam hati, kapan ini th akhir seleksinya? Hasilnya
kapan? Apakah bohongan, hmm tapiku buang semua prasangku dan ku ubah dengan hal
positif .
Dan pada
akhirnya lulus juga sebagai ornag 10 yang lulus seleksi itu, melihat kabar itu
ku ucapkan Alhamdulillah karena sudah lulus seleksi dengan keraguan yang
mendalam karena ada rasa dan perasaan yang gak enak saat lulus seleksi itu .
Hari pertama
aku penuhi panggilan dari kampus itu, akhirnya seorang dari saudaraku
menyuruhku untuk pulang dan jangan kuliah disana, tanpa banyak alasan aku pada
jam 03.00 bersiap-siap untuk pulang ke kampung halaman, ya aku hanya tinggal
disana 2 hari saja dengan hati yang sangat gelisah, dan kuyakini bahwa
panggilan dari saudaraku adalah yang terbaik . ada sih sedih pada saat itu
karena aku belum mendapatkan kampus untuk belajarku ke depan, dengan
harap-harap cemas menunggu hasil sbmptn itu .
Ternyata
diakhir juli memang hal yang harusku terima dengan lapang dada dan sabar karena
tak lulus lagi untuk masuk ptn yang diharapka.
Memang ptn
bukan yang terbaik bagiku dan kota orang lain bukan dari bagianku untuk
berjuang dalam masa depanku “gumamku dalam hati dan pikiran” .
Dan setelah
kejadian itu tiba akhirnya kampus yang ada diciamis dan terbesar di ciamis yang
aku pilih dengan mengambil program study pedidikan biologi.
Harus apa
dan bagaimana lagi dari awal , setiap orang ketika aku menanyakan harus kuliah
kemana, selalu saja ciamis jadi jawabannya, alasan mereka beragam. Ya memang
setiap orang pasti tahu potensi dan kelebihanku, dan ini mungkin tanda mereka
peduli dan sayang .
Saudaraku,
setiap orang mempunyai potensi yang berbeda-beda dengan keahlianya
masing-masing dan perlu diketahui bahwa diri kita sendiri belum tentu tahu
dengan potensi yang sebenarnya kita miliki, maka kita perlu bantuan orang lain
untuk mengetahui tentang potensi kita . maka jangan pernah mengabaikan nasehat
dari orang lain, karena orang lain lebih tahu tentang potensi yang kita miliki
sebenarnya karena mereka bisa menilai dalam keseharian kita dan kita sendiri
yang susah untuk merhatikan keseharian kita .
Dan teruslah
berjuang untuk masa depanmu yang lebih baik dan janganlah engkau berputus asa
dengan apa yang ada dihadapanmu, karena kesenangan awalnya adalah kesedihan dan
perjuangan yang butuh pengorbanan, dan janganlah berpikir bahwa apa yang kita
inginkan itulah yang terbaik bagi kita itulah yang akan menyenagkan bagi kita,
saudaraku ternyata tidak seperti itu, karena Allohlah yang lebih tahu mana yang
terbaik bagimu dan mana yang tidak baik bagimu, percayalah bahwa skenario yang
Alloh berikan pada kita adalah yang paling indah dalam kehidupan kita dan
janganlah kita menyesali apa yang telah Alloh putuskan dalam hidupmu karena
Alloh berfirman dalam surat almaarij,”sabarlah dengan sabar yang baik” . ayat
ini merupakan isyarat bagi kita bahwa kita harus bersabar dengan apa yang ada
dihadapan kita dengan apa yang kita jalani .
Tapi denga
seperti itu juga kalian jangan pernah menyerah sampai kapanpun untuk berjuang
dan jangan berputus asa di tengah jalan, karena orang yang berputus asa akan
dibenci tuhannya .
Tak
disuka kadang
hikmahnya banyak
Tak disuka kadang hikmahnya banyak,
ini mungkin yang menyadariku bahwa kegagalan masuk ptn dulu bukan berarti aku
tak bisa eksis didunia luar, bukan berarti aku ketinggalan informasi, bukan
berarti aku menjadi tak bisa berkarya, dan bukan berarti aku tak bisa sukses
dan bermanfaat bagi orang lain. Namun saat inilah dikota yang sedikit
keramaiannnya dan toko-tokonya pun tak banyak, terkelan dengan alun-alunnya
yang bersih dan sedikit para pengemisnya meren . hehe . ya kota ciamis ehh
kabupaten ciamis bukan kota. Disinilah aku mencari ilmu dari masa kecilku
sampai saat ini aku kuliah univesitas galuh yang ada diciamis, membuka
pikiranku sebagai aktivis yang tujuanku terarah dan mempunyai cita-cita
peradaban islam . disinilah aku menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka yang
membutuhkan, disinilah aku menjadi orang panggilan yang siap mengemban amanah
dakwah . dan di universitas galuh lah aku membuka lahan pekerjaan meskipun
sekarang mulai pekerjaannya .
Mungkin kalo
pada saat itu aku jadi dan di terima masuk ke ptn yang diinginkan tak akan
seperti ini, mungkin disana aku memulai yang baru untuk aktivitas keseharianku,
menjadi orang yang ingin dikenal orang lain memulai lagi dengan perkanalan yang
akan panjang, ya memang study di ciamis tidaklah buruk apa yang mereka katakan,
tidak ketinggalan apa yang merek sebutkan, dan tidak kalah kerennya juga apa
yang mereka gengsikan, setiap kuliah sama mungkin punya ada gedung rektoratnya,
ada gedung fakultas-fakultasnya.
Dan disetiap
kulaih pasti ada rektornya, terus apa yang kalian masalahkan kalo kuliah
didaerahmu sendiri? Mungkin iya beda dalam segi biaya di kota lain lebih murah
bahkan akan geratis kalo dapat beasiswa, itupun kalo dapet .
Ya mungkin
memang sebagaian orang akan mempermasalahkan dengan biaya ini itu yang berbeda
dengan fasilitas yang berbeda dengan universitas . kalo itu yang
dipermasalahkan boleh mungkin menjadi alasan kenapa engkau ingin pergi dari
dearahmu untuk mencari ilmu yang tak memberatkanmu, tapi janganlah engkau
memaksakan kehendak ketika engkau tak mendapatkannya terus karena tuhen yang
maha kuasalah yang tau yang terbaik bagimu dan yang akan membiayaimu dengan
perantara usahamu mesikpun engkau berhutang untuk mebiayai kuliahmu.
Itu mungkin
yang sekarang juga aku rasakan dengan banyak hutang sana sini, mencari
pekerjaan yang akan membiayaiku untuk terus berstudy di ciamia, dengan berbagai
upaya aku juga berusaha, semua usaha dan bisnis telah aku coba, dan semuanya
belum ada yang cocok dan pas sebagai mata pencaharianku didunia, tapi aku yakin
dengan berprasangkan baik padaNya semua biaya akan terlunasi tepat pada
waktunya karena bisa jadi saat ini Dia belum ngasih karena aku belum
benar-benar butuh uangku, dan bisa jadi pula umurku masih panjang hidupku
didunia.
Saudaraku,
berprasangkalah baik kepadanya karena Dialah yang tahu dengan dirimu dan apa
yang engkau butuhkan, dengan apa yang engkau harapkan untuk masa denpanmu, dan
bisa jadi engkau tak mau tuhan melihatmu lelah untuk pergi dari daerahmu, atau
bisa jadi rumahmulah yang terbaik bagimu, karena setiap keputusan ada sebabna,
setiap yang hidup ada skenario naik dan turunya, karena hidup itu tak pernah
datar, pasti ada saat-saat naiknya prestasi dan pasti ada saat-saat turunnya
prestasi.
Maka dari
semua itu janganlah terus memaksakan kehendak karena pada kahikatnya kita akan
kembali padany dan dunia ini tak ternilai harganya kalo dibandingkan dengan
akhirat disana, disana Alloh telah siapkan istana yang tebuat dari emas dan
berlian, telah disiapkan kamar-kamar yang luas dan megah, dan disana pula sudah
ada sungai-sungai yang mengalir dibawahnya.
Subhanalloh
bangetkan, terus apalagi yang engkau ragukan dengan keputusan Dia? Dunia ini
hanyalah jalan dan jembatan amal untuk kita bisa menyembrang ke akhirat dengan
membawa amal yang akan menyelamatkan kita dari neraka dan memasukan kita ke
surga.
Sudah
terbuka belum hatinya hehe
Senyum dulu
sebelum lanjut J
Nah gitu,
cakepkan . mari lanjut.
Tak
selamanya yang dibencimu bukan yang terbaik bagimu, tapi malah sebaliknya
setiap yang dibenci menjadi hal yang sangat penting dikehidupanmu, menjadi
sangat berharga dalam menjalani hidup ini.
Nikmatilah
proses pengejaran mimpi dan cita-cita itu, dan terimalah dengan baik yang akan
menjadi akhir proses itu, karena kita tak bisa menentukan akhir dari semua
proses itu, kita hanya bisa berusaha dengan cara yang ada dalam pikiran kita
dengan berbagai hal, dan serahkanlah semuanya padaNya untuk mengakhiri dan
hasil dari proses itu , percayalah Dialah yang terbaik yang memberi keputusan
bagimu .
Salam cinta dariku dan sukses di daerahmu sendiri .